Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts


Last Sunday the 13th of November 2023, all of Kampung Inggris Agam from six NAGARI: Gadut, Batu Palano, Biaro Gadang, Balingka, Lawang and Manggopoh were joining its program which is initiated by our bupati in Agam, mr DR. Andi Warman, S.Sos., M.M. through his expert, mr Efriyoni Bakeuni. 

The Festival consists of two kinds of program, they are DEBATE and VLOG. Both of them won by nagari Manggopoh. Although there were any acivities evaluated by mr Yon, like KIA SUCCESS etc which had been done by all sub-districts or nagari joined it for 3 semesters. 

From nagari Gadut, the Festival more over done for gathering us as the members of KIA all over Agam regency. The chair committee of the festival was mr Drs. Isra, M.Pd., as the head of Education and Culture Office in Agam. 

We hope that, this kind of festival can be done annually. 


PROGRAM KAMPUNG INGGRIS AGAM Nagari Gadut 


Operasional alias PBM / Proses Belajar Mengajar Kampung Inggris Agam yang sudah dibuka oleh bpk bupati Agam, Dr. Andri Warman, M.M pd hari Rabu bun yang lalu di PKBM Darul Ulum Gadut, secara berangsur-angsur berakhir sudah dimasing-masing nagari di kabupaten Agam ini. Adapun jumlah jam yg harus dilaksanakan itu adalah sebanyak 130 jam pelajaran, terhitung mulai tanggal peresmian PBM tersebut. 


Pelaksanaan kegiatannya dilaksanakan di PKBM Darul Ulum yang terletak di Jorong PGRM nagari Gadut, kecamatan Tilatang Kamang kabupaten Agam. Dinagari Gadut ini ada 3 orang instruktur sebagai pelaksana yakni mrs. Dra. Ermawati, M.Pd.,  mr Bastari, S.Pd and mr Rahmat, S.Pd, sedangkan Master Coach nya mr. Safwardi, S.Pd. Untuk pelaksanaan ini, para peserta / participants yang awalnya tercatat sebanyak 30 orang, diakhir PBM hanya yg bisa mengikuti lagi sebanyak 26 orang. 


Alhamdulillah kegiatan yang dilaksanakan sebanyak 21 hari tersebut, hampir tidak ada mendapatkan kendala walaupun ada juga anak yang sakit ditempat terlaksananya PBM tersebut. Terimakaaih atas ide cemerlangnya ini pak bupati Agam, insyaallah kami para instruktur siap untuk melaksanakannya lagi dengan participants yang berbeda disemster 2 nanti.

Adapun penutupan yang telah dilaksanakan hari Sabtu yang lalu 3 Des 2022, ditandai dengan pemberian reward kepada para pemuncak 1-5 berupa thropy dan tabanas yang diberikan oleh pribadi para Instruktur dan Master coach yang sudah direncanakan dari awal, termasuk membawa anak2 ini jalan-jalan nantinya sebagai ajang praktek lansung bagi mereka dalam Tour Guiding.

Thanks alot for this programme, the principle of Agam regency, mr Andri Warman.👍👍🙏🙏


Tanpa fondasi gilang gemilang Merdeka Belajar, program digitalisasi sekolah, apalagi sistem pembelajaran daring, akan menjadi awal penurunan kualitas siswa."
Dr. Romeo Rissal

Sekolah Digital yang dicetuskan oleh seorang Doktor tamatan Amerika, Dr. Rissal Panji Alam, anak nagari Bukik Batabuah, kecamatan Canduang kabupaten Agam, merupakan sebuah program baru untuk memecahkan masalah ataupun kesulitan-kesulitan yang muncul selama melaksanakan System Sekolah Daring/ Dalam Jaringan yang dianjurkan oleh mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim. 

Penerapan Sekolah Digital yang akan diterapkan disemua sekolah dikabupaten Agam ini, berawal dari munculnya program  peningkatan mutu Sekolah di SMPN 4 Canduang yang istilahnya yang jauh dari jangkauan sistim sekolah Daring  tersebut. Sebagian guru disekolah tersebut terkendala dengan segala aplikasi yang jadi pilihan dalam program daring tersebut karena langkanya pelatihan yang diberikan, walaupun lewat youtube dan lain-lain bisa ditemukan secara gampang. 
Berangkat dari masalah-masalah yang ditemukan tersebut, maka seorang perantau Bukik Batabuah yang seorang ahli dibidang pendidikan tersebut membuat sebuah solusi untuk pemecahannya, agar program sekolah daring di SMPN 4 Canduang tersebut bisa dilaksanakan secara maksimal yang dinamakan Sekolah Digital / Digital Based- School.
Menurut Dr. Romeo, ada 5 Topik yang akan dibahas dalam implementasi Sekolah Digital tersebut:
1. Penggunaan Tehnologi Digital mempermudah kehidupan kita, tidak mempersulit. Kalau tehnologi tersebut justru mempersulit kita, banyak kendala dan lain-lain, berarti ada yang salah.
2. Sekolah Digital yang dalam hal ini
 disingkat dengan SD:
a. bukan sistem pembelajaran daring. 
b. mampu membantu kendala dalam program daring: Siswa tak punya hp, tak punya pulsa/paket habis, Sebagian guru gaptek, serta orangtua tidak bisa membantu siswa dirumah.
c. merupakan sekolah kekinian.
d. merupakan sistim pembelajaran pilihan
terbaik
3. Konsep dan strateginya yang jelas bukan coba-coba serta sasarannya terukur. 
4. Kita harus mampu menciptakan ekosistim dari system tersebut dan tehnologi sebagai alat bantunya perlu proses transformasi.
5. Tehnologi itu sendiri. Apa yang digunakan dan bagaimana cara penggunaannya. 

Mari kita mulai dengan motto: Mengajar itu indah akan tetapi belajar itu akan lebih indah. Insyaallah..